Skip to main content

Bagaimana Cara Mengatasi Gatal Setelah Berhubungan Intim

Cara mengatasi gatal setelah berhubungan intim perlu segera dilakukan jika Anda mengalami kondisi tersebut.  Kemaluan atau miss v yang gatal setelah berhubungan intim memiliki beberapa penyebab, di antaranya adalah disebabkan oleh infeksi menular seksual, infeksi bakteri, virus, luka akibat meningkatnya kelembaban, atau alergi. Infeksi – infeksi ini biasanya juga diikuti dengan beberapa keluhaan lainnya seperti keputihan. Jika memang terjadi keputihan, lantas bagaimana konsistensi keputihan itu?

Keputihan itu sendiri merupakan cairan yang keluar dari organ kewanitaan. Keputihan dapat muncul karena berbagai kondisi yani secara fisiologis atau normal atau secara petologis. Jenis keputihan fisiologis merupakan keputihan yang umum terjadi akibat perubahan hormon misalnya saat hamil, stres, menstruasi, atau penggunaan kontrasepsi. Sementara itu, keputihan yang disebabkan karena kondisi medis biasanya disebabkan oleh infeksi jamur, parasit, atau bakteri.

Cairan vagina dikatakan normal jika memiliki ciri – ciri berwarna putih jernih, konsistensi seperti lendirtidak berbau, tidak menimbulkan keluhan, dan jika menempel di celana dalam berwarna kuning terang. Saat cairan yang keluar dari organ kewanitaan mengalami perubahan warna, bau, dan disertai dengan keluahan seperti panas dan gatal, hal ini menunjukkan adanya keputihan abnormal. Hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi di saluran reproduksi oleh jamur, parasit, dan kuman. Bila keputihan tersebut termasuk keputihan yang abnormal, maka sebaiknya segera diobati  karena berpptensi menyebarkan infeksi ke organ di dalam. Dalam kondisi ini, sebaiknya hindari melakukan hubungan intim dulu. Jika berhubungan intim, maka kemungkinan pasangan juga akan merasakan gejala yang sama misalnya gatal setelah berhubungan intim.

Perawatan Untuk Miss V Gatal Akibat Keputihan Normal

Jika keputihan yang terjadi normal, rasa gatal tersebut kemungkinan disebabkan karena kebersihan miss v yang kurang terjaga. Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan cara berikut

  • Sering ganti celana dalam jika area kewanitaan terasa lembab atau berkeringat.
  • Hindari pemakaian celana yang ketat dari bahan yang sulit menyerap keringat.
  • Jika ingin memakai pantyliner, pilihlah yang tidak memiliki kandungan pengharum dan jangan memakainya lebih dari 6 jam.
  • Hindari pemakaian produk pembersih kemaluan yang berpotensi menyebabkan perubahan keseimbangan bakteri dan keasaman organ kewanitaan.

Jika gatal yang terjadi merupakan pengaruh dari keputihan abnormal atau disebabkan oleh infeksi, diperlukan pengobatan antibiotik atau antijamur atau antiparasit sesuai dengan kuman yang menjadi faktor penyebabnya. Anda sebaiknya segera ke dokter daripada melakukan pengobatan sendiri. Pasalnya pengobatan yang tidak tepat atau dosisnya tidak sesuai bukannya mengobati tetapi justru akan membuat kuman penyebab semakin kebal.

Untuk gatal setelah berhubungan intim, kondisi ini diduga karena infeksi jamur di organ intim. Infeksi ini mungkin menular ke pasangan ketika berhubungan intim. Jadi pengobatan sebaiknya dilakukan pada keduanya. Pemakaian antibiotik atau antijamur harus di bawah pengawasan dari dokter.

Bagaimana Agar Gatal Lekas Hilang dan Tidak Kembali

Ada cara mengatasi gatal setelah berhubungan intim yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah gatal – gatal di vagina muncul kembali atau menangani bila gejala tersebut muncul. Selain dapat diterapkan oleh wanita dewasa, cara tersebut juga dapat diajarkan untuk remaja putri. Apa saja caranya?

  • Hindari pemakaian pantyliner, pembalut, atau tisu beraroma dan pembersih organ kewanitaan yang mengandung wewangian.
  • Untuk membersihkan organ kewanitaan, gunakan sabun biasa dan air bersih. Cara ini cukup dilakukan sekali sehari. Terlalu sering membersihkan vagina akan membuat vagina menjadi kering dan kehilangan kelembabannya.
  • Sesudah buang air besar, bersihkan atau basuh anus dari depan ke arah belakang. Pemakaian tisu toilet sesudah buang air kecil sebaiknya juga diusapkan dari depan ke belakang.
  • Ganti celana dalam setiap hari. Celana dalam dari bahan katun jauh lebih sehat dibandingkan bahan sintetis.
  • Gunakan alat kontrasepsi atau kondom saat berhubungan intim untuk mencegah infeksi menular ke pasangan.
  • Jika miss v masih terasa gatal, hindari berhubungan seksual.
  • Walaupun miss v terasa gatal, sebisa mungkin jangan menggaruknya.
  • Gantilah pakaian olahraga, khususnya baju renang setelah selesai olahraga.
  • Hindari memakai celana atau rok yang ketat.

Demikian cara untuk mengatasi gatal pada miss v setelah berhubungan intim. Jika cara mengatasi gatal setelah berhubungan intim di atas belum berhasil, Anda sebaiknya segera ke dokter.

You may also like

One thought on “Bagaimana Cara Mengatasi Gatal Setelah Berhubungan Intim”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open

KEPUTIHAN, GATAL DAN BAU PADA MISS. V ANDA?...    Klik Disini Solusinya!...

error: Content is protected !!